Tempat Hiburan Malam di Jakarta Yang Sudah Ditutup

Di awal menjabat pada bulan Oktober 2017, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menjanjikan untuk menindak tegaskan tempat – tempat hiburan malam dengan pengunjung yang kedapatan mengedarkan narkoba, mengunakan, dan melakukan perdagangan manusia.

Tindakan tegas itu berupa penutupan serta pencabutan izin usaha dari tempat – tempat hiburan malam di Jakarta.

Saat ini, Anies sedang menunggu rekomendasi dari BNN Provinsi DKI Jakarta untuk menutup diskotek Colosseum Club 1001 karena terbukti sudah terjadi penyalahgunaan narkoba.

Ancaman penutupan itu juga dibarengi dengan pencabutan penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada tempat hiburan tersebut.

Selain diskotek Colosserum yang terancam ditutup, ada pula beberapa tempat hiburan malam di Jakarta yang telah di tutup.

1.Diskotik Exotic

Diskotik Exotic

Pada 2 April 2018, seorang pengunjung Diskotek Exotic, Sawah Besar, Jakarta Pusat bernama Sudirman, 47 tahun, ditemukan tewas di tempat hiburan malam itu.

Pria yang diduga overdosis karena narkoba itu sudah tak bernyawa saat diantar ke rumah sakit oleh dua petugas satuan pengamanan diskotek.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta saat itu, Tinia Budiati, segera memproses temuan tersebut.

Ia juga berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jakarta dan Polsek Sawah Besar untuk menyelidiki kasus ini.

Tinia juga langsung mengajukan tinjauan berkas perizinan Diskotek Exotic di Dinas Pelayanan Terpadu satu pintu. Sampai pada 12 April 2019, Anies mengeluarkan surat pencabutan izin Exotic.

2.Sense Karaoke

Sense Karaoke

Penutupan Sense karaoke berawal dari penggerebekkan BNN pada Rabu, 11 April 2018. Dari penggeledahan itu, BNN menangkap 36 orang yang terdiri dari pengunjung dan pegawai manajemen.

Mereka diduga terlibat dalam peredaran serta penyalahgunaan narkoba. BNN lalu menyita pula barang bukti narkoba jenis sabu – sabu, ganja, ekstasi, dan juga ketamin dalam kantong plastik kecil yang siap diedarkan.

Narkoba tersebut diedarkan di dalam ruang karaoke Sense. Semua hasil operasi penggerebekkan dan penggeledahan telah dibawa ke kantor BNN, Cawang menurut Kepala Bagian Humas BNN Sulistiandriatmoko saat itu.

Menanggapi temuan BNN itu, Sandiaga Uno yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengutus 60 personel Satpol  Pamong Praja serta 10 anggota Penyidik Pegawai Negeri Sipil ata PPNS untuk menutup tempat itu.

Ia berkata bahwa diskotek sudah melanggar Pasal 54 atau 55 Peraturan Gubernur nomor 18 tahun 2018 mengenai Usaha Kepariwisataan hingga izin operasionalnya itu.

3.Hotel Alexis

Hotel Alexis

Di hari Kamis 22 Maret 2018, Anies juga menerbitkan surat yang mengumumkan pencabutan tanda daftar usaha pariwisata atau TDUP perusahaan yang membawahi grup Alexis milik PT Grand Ancol Hotel.

Anies lalu mengirimkan tim pemerintah DKI untuk memastikan adanya pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015.

Menurutnya, tim ini sudah menemukan ada praktik prostitusi serta perdagangan manusia di tempat hiburan malam yang dibawahi oleh manajemen PT Grand Ancol Hotel.

Hasil pemeriksaan serta investigasi itu juga sudah dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan atau BAP.

Di dalam surat yang dikirimkan, Anies sudah memerintahkan manajemen menutup tempat usahanya, yaitu karaoke 4 Play Alexis dalam waktu 1 x 24 jam sejak dini hari. Jika hal ini tidak dilakukan, ia mengatakan pemerintah DKI akan bertindak tegas.

4.Old City

Old City

Pada April 2019, Anies Baswedan juga mencabut izin usaha Diskotek Old City. Diskotek yang berlokasi di Jalan Kali Besar Barat, Tambora, Jakarta Barat itu disegel untuk kedua kalinya karena adanya kasus peredaran narkoba pada Kamis Malam 4 April 2019.

Dinas pariwisata juga sudah meminta kepada Satpol PP untuk melakukan penutupan permanen kepada kegiatan operasi mereka.

Penutupan Old City ini adalah tindak lanjut dari razia BNN yang sudah menangkap 52 pengunjung. Mereka terbukti sudah menggunakan narkoba berjenis ekstasi dan juga sabu.

BNN juga menemukan barang bukti berupa empat pil ekstasi di dalamnya. Karena hasil yang diberikan memang menunjukkan bahwa Old City memiliki pengunjung yang menggunakan narkoba, maka PTSP melakukan pencabutan sebagaimana yang diatur di dalam Pergub 18 / 2018.

Nah, itulah beberapa tempat wisata malam yang telah ditutup. Semoga bermanfaat.